Biro Travel Abal-abal atau Bukan, Kenali Dengan 4 Cara ini

Biro Travel – Jasa perjalanan Umrah murah di Indonesia cukup banyak, namun dari kesemuanya itu apakah benar-benar menjamin kita diberangkatkan?

Kasus First Travel yang gagal memberangkatkan sekitar 35 ribu jamaah haji bukanlah kasus yang pertama. Bukan hanya gagal tapi juga merugikan jamaah dengan uang miliaran.

 

 

Biaya Umrah

Untuk diketahui, saat ini biaya paling murah untuk perjalanan Umrah sekitar 17 Jutaan dengan menggunakan pesawat kelas ekonomi.

Dan biaya Umrah yang wajar adalah berkisar dari 20 hingga 30 jutaan, ini tergantung sistem akomodasi dan juga type pesawat yang digunakan.

Mengenai kasus First Travel yang sedang ramai saat ini, menurut beberapa laporan yang dimuat di beberapa media disebutkan hanya dengan 14 juta rupiah kita sudah bisa pergi Umrah, Ini sungguh sangat luar biasa murah terdengar ditelinga kita bukan?

Namun, dengan murahnya harga yang ditawarkan justru malah banyak yang terbukti bermasalah di akhirnya.

Dikutip dari JPNN Minggu, 20/08/2017 disebutkan dalam kasus First Travel, mereka menggunakan Skema Ponzi untuk berangkatkan jamaah. Dimana Jamaah yang masuk tahap pertama, biaya umrahnya disubsidi jemaah tahap ketiga atau bahkan keempat. Begitu seterusnya.

Nah, skema Ponzi ini diketahui sangat merugikan, dan terbukti sebagai penipuan. Dan seberapapun orang yang mendaftar jika suatu saat tidak ada lagi pendaftar maka pendaftar terakhir tetap akan rugi dan perusahaan pun colapse.

Ciri-ciri Biro Travel Abal-abal

Bagi anda yang saat ini tengah mencari jasa biro travel khususnya Umrah atau Haji baiknya meneniliti sebelum ikut program yang ditawarkan. Berikut ini beberapa cara untuk mengetahui apakah biro travel itu abal-abal atau bukan, seperti dinukil dari kompas.com, Minggu 20/08/2017.

Yuk kita belajar dari kasus First Travel. Seperti diketahui Biro ini menawarkan paket umrah yang begitu murah dibanding dengan jasa Tour and Travel lain. Salah satu cara untuk mengetahui kredibilitas suatu perusahaan jasa Umrah adalah dari harga yang ditawarkan.

Jika Biro travel Umroh menawarkan harga dengan sangat murah seperti First Travel, maka sebaiknya anda tak boleh langsung begitu saja yakin. Justru itu harus dicurigai. Maka baiknya sebagai calon jamaah, anda harus bertanya? dengan biaya semurah ini, bagaimana cara perusahaan untuk membiayai kebutuhan jamaah?

Setor Dana ke Rekening pribadi

Salah satu kerugian yang akan diterima jamaah umrah adalah dalam masalah keuangan. salah satu tanda paling menonjol adalah nasabah diminta untuk mentransfer ke rekening pribadi agen marketing atau pemasar dan bukan ke rekening perusahaan, sebagai bukti sah pembayaran.

Jika dikirim ke rekening pribadi, besar kemungkinan dana anda tidak diteruskan ke perusahaan travel, namun mungkin digunakan untuk kepentingan pribadi. Jika seperti itu maka perusahaan penyelenggara umrah akan mudah berkilah dananya tidak diterima perusahaan sehingga posisi nasabah sangat lemah.

Tidak Terbuka

Terkait manajemen, perusahaan penyelenggara perjalanan umroh yang baik adalah dengan menerapkan sistem keterbukan atau transparan kepada nasabah.

Terutama dalam hal sistem pengelolaan keuangan serta fasilitas yang akan didapat jamaah.

Selain terbuka dalam hal pengelolaan dan fasilitas kepada konsumen, perusahaan juga memberikan bukti yang sah tentang perusahaannya, seperti SIUP, Surat keanggotaan perusahaan dalam asosiasi umrah, hingga surat perpajakan.

Sebaliknya, Anda boleh meragukan kredibilitas perusahaan yang tidak memberikan bukti berbagai surat izin perusahaan kepada calon jemaah.

Skema

Dan yang terakhir adalah skema pengelolaan keuangan sebagai pembiayaan untuk para nasabah atau jamaah. Seperti yang saya sebutkan diatas sebelumnya seperti dilaporkan JPNN, bahwa kasus yang terjadi pada jamaah First Travel adalah karena perusahaan tersebut menggunakan skema Ponzi.

 

sumber : http://sentaninews.com/gaya-hidup/kuliner-wisata/biro-travel-abal-abal-atau-bukan-kenali-dengan-4-cara-ini/