Etika profesi akuntansi

Etika profesi akuntansi merupakan sekumpulan aturan perilaku atau kode moral, yang menurut encylopedia of philosophy memiliki 4 karakteristik ; 

1. Keyakinan tentang sifat manusia 

2. Keyakinan tentang cita cita, atau sesuatu yang hendak dicapai, 

3. Aturan mengenai apa yg harus dikerjakan atau tidak dikerjakan 

4. Motif yang mendorong kita untuk memilih tindakan yang benar atau tidak benar. 

Teori etika

1. Utilitarianisme dan impact analys

Utilitarianisme mendefinisikan baik atau buruk  dalam bentuk kesenangan atau kesakitan..teori ini yaitu tindakan beretika adalah tindakan yang menghasilkan kesenangan, atau rasa senang yang paling banyak dan rasa sakit yang paling sedikit, teori ini berdasarkan pada tujuan hidup adalah untuk bahagia, dan segala sesuatu yang mendorong kebahagiaan adalah baik secara etika.

Teori ini dikembangkan oleh filsuf aliran empiris dari inggris, John locke ( 1632-1704), jeremy bentham ( 1748-1832), james mill ( 1773- 1836), John stuart mill ( 1806-1873 )

Kelemahan dari utilitiarianisme; 

1. Belum ada satu ukuran untuk kebahagiaan dan kesenangan 

2. Permasalahan dalam distribusi dan intensitas kebahgiaan.

3. Mencakup cakupan, yaitu siapa yg harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan beretika?

4. Kepentingan minoritas yang terabaikan akibat keinginan untuk memenuhi kebahagiaan lebih banyak orang 

5. Mengabaikan motivasi dan hanya fokus kepada konsekuensi. 

2. Etika deontologi 

Berasal dari bahasa yunani deon yang artinya tugas atau kewajiban, deontologi terkait dengan tugas dan tanggungjawab etika seseorang.

Tokoh dari teori ini adalah immanuel kant ( 1724-1804), kant mengembangkan 2 hukum untuk menilai tindakan beretika ; 

1. Categorical imperative 

Hukum ini menuntut kita untuk bertindak dengan mempertimbangkan bahwa orang lain yang berada dalam situasi yang sama akan melakukan tindakan yang sama. Imperative : harus ditaati, categorical : tidak bersyarat/ absolut. 

2.  Practical imperative 

Dalam berhubungan dengan pihak lain, setiap orang harus kita perlakukan sama sebagaimana kita memperlakukan diri sendiri, 

Kelemahan dari teori ini adalah ; 

1. Categorical imperative tidak memberikan pedoman yang jelas untuk memutuskan apa yang benar dan salah ketika dua hukum moral bertentangan dan hanya satu yang dapat diikuti

Justice and fairness

Justice adalah proses pemberian atau alokasi sumber daya dan beban berdasarkan alasan rasional, karena menurut david hume ( 1711 – 1776) manusia tidak selalu bersifat baik dan penolong, dan karena adanya keterbatasan sumber daya. Ada 2 aspek dari justice ; 

1. Procedural justice 

Aspek utama dalam sistem hukum adalah prosedur yang adil dan transparan, artinya semua orang diperlakukan sama dan aturan diterapkan tanpa membedakan.

2. Distributive justice

Terkait dengan perbedaan antara masung masing orang ; 

1. Pembuktian  bahwa ada ketidaksamaan antara masing masing orang

2.bagaimana melakukan alokasi yang adil berdasarkan ketidaksamaan.

3 kriteria yang fapat digunakan dalam distributive justice, yaitu berdasarkan :

1. Kebutuhan

Contoh sistem perpajakan yang dimana anggota masyatakat yang beruntung membayat pajak untuk didistribusikan kepada masyarakat yang kurang beruntung

2.aritmatika

Contoh pada saat pemotongan cake, maka yang palingbterakhir mendapat potongan cake tersebut adalah orang yang melakukan pemotongan cake tersebut.

3.Merit

Seorang yang memberikan kontribusi lebih atas suatu pekerjaan akan mendapatkan alokasi yg lebih besar.

Principle of justice 

Diusulkan oleh rawls, yaitu suatu prinsip untuk alokasi yang adil antar anggota masyatakat, yaitu harus ada kesamaan dalam pembagian hak dasar dan tanggung jawab, dan apabila terjadi ketidaksamaan ( kesenjangan sosial dan ekonomi) , maka harus diberikan kepada masyarakat anggota yang paling tidak beruntung ( difference principle ) dan akses untuk ketidaksamaan ( perbedaan ) harus terbuka untuk siapa saja.

Dalam justice as fairness apa yang disebut benar dan adil adalah setiap orang yang memperoleh manfaat dari situasi ketidaksamaan ( perbedaan ) sosial dan ekonomi.

3. Virtue ethics

Tokoh dari teori ini adalah aristoteles yang mencoba membuat konsep mengenai kehidupan yang baik, menurutnya tujuan hidup adalah untuk  mencapai kebahagiaan yaitu kegiatan jiwa, yaitu kita akan mencapai kebahagiaan dengan kehidupan yang penuh dengan kebajikan. Virtue ethics berfokus pada karakter moral dari pengambilan keputusan, bukan konsekuensi dari keputusan ( utilitarianisme) atau motivasi dari pengambilan keputusan ( deontologi )

2 permasalahan utama dati virtue ethics adalah : 

1. Menentukan virtues apa yang harus dimiliki seseorang 

2. Bagaimana virtue ditunjukan ditempat kerja

Sebuah virtue yang menjadi kunci dalam bisnis adalah integritas yang meliputi kejujuran dan ketulusan..

Pengambilan keputusan beretika ; 

1. Sniff test & common ruless of thumb – preliminary test of the ethicality of a decision.

Sniff test merupakan semacam preliminary test yaitu ;

apakah saya bangga dengan keputusan ini?

– apakah ibu saya bangga dengan keputusan yang aaya ambil?

– apakah saya nyaman dengan keputusan ini?

Sedangkan rule of thumb ; 

Golden rule ; jangan perlakukan orang lain yang kamu tidak ingin mereka lakukan terhadapmu.

Disclosure rule ; jika anda nyaman dengan keputusan yang diambil, setelah menanyakan pada diri sendiri, apakah anda tidak berkeberatan jika rekan kerja, teman dan keluarga mengetahui hal itu.

Intuition ethics : lakukan apa yang hati anda katakan 

Categorical imperative ; anda dapat menerapkan prinsip ini jika secara komsisten juga diterapkan oleh orang lain.

Professional ethics, lakukan hanya yg dapat dijelaskan dan dipertanggungjawabkan kepada komite.

Prinsip utilitarian ; lakukan yg terbaik ( paling bermanfaat ) bagi sebanyak mungkin org

Prinsip virtie ; lakukan apa yang dapat menggambarkan vitlrtue yang diharapkan.

Stakeholder impact analysis

Kelebihannya adalah memberikan kerangka analis mengenai pihak pihak yang kemungkinan terkena pengaruh dari keputusan yang diambil.

1.analisis kepentingan dari masing masing pemangku kepentingan 

2. Hitung dampak yang dapat dikuantifikasi

– laba

-dampak yang tidak tercakup dalam laba namun bisa diukur langsung ( biaya kerusakan lingkungan akibat tidak dilakukan pengolahan limbah) 

Dampak yang tidak tercakup dalam laba yang tidak dapat diukur secara langsung, contohnya biaya pengobatan dari penyakit yang mungkin terjadi akibat polusi yang dilakukan perusahaan

– hitung net present value dari selisih present value benefit dikurangi biaya  akibat tindakan yang sedang dipertimbankan akan dilakukan

– hitung risk benefit analys

Indentifikasi pemangku kepengingan yang berpotensi terkena pengaruh dari keputusan dan buat peringkat.

3. Lakukan penilaian terhadap dampak yang tidak dapat dikuantifikasi

-keadilan dan kesetaraan antar pemangku kepentingan 

– hak hak dari pemangku kepentingan