Menimbang Efektifitas AEoI

MASALAH perpajakan menjadi perhatian semua negara. Komitmen internasional yang juga ditandatangani oleh Indonesia lewat Automatic Exchange of Financial Account Information (AEoI) merupakan komitmen Indonesia untuk masuk ke dalam kerja sama dalam bidang perpajakan.

Pemerintah Indonesia juga merespon komitmen ini dengan membuat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2017. Karena, ketentuan Automatic Exchange of Financial Account Information mewajibkan setiap negara untuk membuat aturan setingkat undang-undang.

Di Indonesia, komitmen itu kemudian dituang ke dalam Perppu Nomor 1 tahun 2017. Dalam proses politiknya, sebanyak 9 fraksi di DPR telah menerima Perppu tersebut untuk memberikan data yang valid untuk menggenjot sektor pendapatan negara melalui perpajakan.

Pengamat ekonomi, Aviliani melihat AEoI memang skema yang pas untuk menggenjot sektor pajak dibanding tax amnesty. Tax amnesty, tidak dinilai gagal karena tidak ada sanksi yang berbeda dengan AEoI.

“Tidak ada sanksi (tex amnesty). Kan tidak berhasil karena hanya bisa menyerap sekitar Rp140 triliun dari targetnya Rp1.000 trilium. Yang cocok memang AEoI,” ujar Aviliani di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam Perppu tersebut, Dirjen Pajak diberi kewenangan bisa mengintip data-data nasabah perbankan. Misal dalam pasal 2 ayat (1) menyatakan, “Direktur Jenderal Pajak berwenang mendapatkan akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dari lembaga jasa keuangan yang melaksanakan kegiatan di sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, lembaga jasa keuangan lainnya dan/atau entitas lain yang dikategorikan sebagai lembaga keuangan sesuai standar pertukaran informasi keuangan berdasarkan perjanjian internasional di bidang perpajakan”.

Namun, fraksi Gerindra menyambut baik upaya pemerintah tersebut. Hanya saja, Gerindra meminta pengaturan lebih komprehensif untuk meningkat asumsi perpajakan. Bahkan aturan tersbut bisa dimasukkan ke dalam Revisi Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) yang juga dibahas di DPR.

Lebih jauh Aviliani mengaku pesimis dengan komitmen negara-negara yang banyak warga neganya seperti Singapura atau Hongkong. Jika ada komitmen bersama, tentu AEoI bisa meningkatkan pemasukan pajak.

“Kalau semua negara komit tentunya bisa. Tapi sejauh mana komitmen negara tersebut,” kata Aviliani.

 

sumber : http://rilis.id/menimbang-efektifitas-aeoi.html